Luhut: Perluasan Proyek Rel Kecepatan Tinggi Sedang Dipertimbangkan

Luhut membuat pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas seruan Presiden Joko Widodo untuk melakukan evaluasi ulang proyek secara komprehensif yang ..

Luhut: Perluasan Proyek Rel Kecepatan Tinggi Sedang Dipertimbangkan
AP Photo / Dita Alangkara

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Kelautan, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah sedang mempelajari kemungkinan untuk memperluas proyek kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung untuk menghubungkan Bandara Internasional Kertajati yang baru dibangun di Majalengka, Jawa Barat, dan bahkan Yogyakarta dan Surakarta di Jawa Tengah.

Luhut membuat pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas seruan Presiden Joko Widodo untuk melakukan evaluasi ulang proyek secara komprehensif, yang telah diresmikan Presiden pada Januari 2016.

"Kami akan menghitung ulang apakah bisa diperluas ke Kertajati, atau bahkan Yogyakarta dan Surakarta Kami akan melakukan studi kelayakan," kata Luhut pada hari Senin silam, dilansir Tribunwow.com dari The Jakarta Post, Selasa (6/2/2018).

BACA  3 Keuntungan Berhenti dari Kebiasaan Merokok, Kamu Patut Mencobanya

BACA  Tunangannya Lupa dengan Dirinya karena Amnesia, Pria Ini Sabar Menanti 8 Tahun, Kisahnya Bikin Haru

BACA  Cita Citata Meradang saat Rambutnya Disebut Jiplak Nikita Mirzani, Netizen: Sumpah Kurang Piknik

Dia mengatakan bahwa rute Bandung-Jakarta sepanjang 140 kilometer itu terlalu pendek untuk proyek kereta api berkecepatan tinggi.

Memperluas rute ke Yogyakarta akan memperluas rute hingga 300 kilometer, jarak optimal untuk proyek kereta api berkecepatan tinggi yang akan mendapat dukungan finansial dan teknis dari China.

"Kami belum tahu apakah proyek bisa diperpanjang, tapi mungkin kita akan membangun seksi 140 kilometer dulu," kata Luhut, menambahkan bahwa perusahaan milik negara PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan melakukan studi kelayakan.

"Presiden meminta reevaluasi selesai pada akhir bulan ini," katanya. (TribunWow/Dian Naren)

Ikuti kami di
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help