Harga Gabah Turun, Petani Rugi Besar

Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyatakan prihatin tentang

Harga Gabah Turun, Petani Rugi Besar
The Jakarta Post
Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan (pusat, barisan depan), Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri kedua) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan kedua) berpose untuk foto setelah menyaksikan panen padi di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan 

TRIBUNWOW.COM - Sementara pemerintah mengimpor beras untuk menurunkan harga, musim panen telah dimulai dan petani terkena dampak harga beras gabah yang lebih rendah.

Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyatakan prihatin tentang penurunan harga.

Zulkifli, yang menyaksikan panen padi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada hari Senin, mencatat bahwa harga gabah di daerah tersebut telah turun menjadi Rp 4.200 (31 sen dolar AS) per kilogram dari Rp 5.500 per kg beberapa hari yang lalu. Artinya setiap petani menghasilkan Rp 1.300 lebih sedikit untuk setiap kilogram beras yang terjual, katanya.

"Sementara kita menunggu panen dalam beberapa hari mendatang, harga gabah sudah turun," katanya seperti dilansir Tribunwow.com dari The Jakarta Post, Selasa (30/1/2018).

BACA  Ditantang ke Afganistan Tanpa Rompi Anti Peluru, Fahri: Saya Ini Pejabat, Pernah ke Iraq Saat Perang

BACA  Hemat Ongkos Pulang, Pria 60 Tahun Rela Jalan 40 KM Demi Membelikan Baju untuk Istrinya

BACA  Kesal dengan Pelakor, yang Dilakukan Sang Istri Justru Menerbangkan Burung Milik Suaminya

Pemerintah mengumumkan akan mengimpor 500.000 kg beras untuk mengurangi harga, yang telah melampaui batas harga, terutama di daerah perkotaan. Nasi impor akan tiba dalam beberapa minggu mendatang.

"Kami ingin berbicara dengan Presiden Joko" Jokowi "Widodo. Kami menolak impor beras setelah belajar dari lapangan, "tambahnya.

Sementara itu, Amran mengatakan bahwa harga gabah di Jawa Timur dan Jawa Tengah mengalami penurunan Rp 300 menjadi Rp 700 per kg. Karena itu, dia meminta Badan Logistik (Bulog) untuk membeli 600.000 ton dari petani dan bukan 150.000 ton biasa. (Tribunwow/Dian Naren)

Ikuti kami di
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help