Indonesia Akan Melelang 43 Blok Minyak dan Gas Pada Bulan Maret

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana menawarkan 40 blok minyak dan gas konvensional dan tiga konvensional melalui tender pada Maret.

Indonesia Akan Melelang 43 Blok Minyak dan Gas Pada Bulan Maret
kompas.com/Dendi Ramdhani
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial 

TRIBUNWOW.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana menawarkan 40 blok minyak dan gas konvensional dan tiga non- konvensional melalui tender pada awal Maret, termasuk 32 blok yang gagal menarik investor pada lelang 2015-2017.

BACA  Daftar 6 Tokoh yang Pernah Janji Potong Anggota Tubuh, Bagaimana Kelanjutannya?

Pemenang tender yang akan datang akan mengoperasikan semua blok tersebut dengan menggunakan mekanisme split-gross baru, yang mengharuskan investor untuk membayar biaya eksplorasi dan produksi daripada mengandalkan penggantian pemerintah seperti yang terlihat pada skema cost-recovery sebelumnya.

"Kami akan menawarkan semua blok tersebut pada awal Maret," kata sekretaris jenderal kementerian tersebut Ego Syahrial kepada wartawan pada hari Kamis silam dikutip dari The Jakarta Post, Sabtu (20/1/2018).

BACA  Siswa SMP Bercandaan di Jalur Busway, Berujung Tewas Mengenaskan

Pada bulan Desember 2017, kementerian mengumumkan telah menemukan penawar untuk lima dari 15 blok minyak dan gas yang ditawarkan melalui pelelangan tahun itu.

Di antara penawar tersebut adalah Mubadala Petroleum yang bermarkas di Uni Emirat Arab, Repsol Exploración SA Spanyol dan sebuah konsorsium yang terdiri dari Premier Oil Far East yang berbasis di Inggris, Mubadala Petroleum dan Kris Energy di Singapura.

BACA  Ruhut Sitompul Sindir Fahri Hamzah, Netter Ingatkan Kupingnya: Masih Utuh?

Kementerian optimis pihaknya juga akan menemukan banyak penawar blok yang ditawarkan melalui lelang yang akan datang, terutama mengingat kenaikan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah acuan global Brent mencapai puncak tertinggi tahun lalu US $ 67,02 per barel pada 26 Desember setelah turun menjadi $ 44,82 pada 21 Juni. Harga berada di $ 70,26 per barel pada hari Senin, sebelum melayang di kisaran $ 68 pada hari Jumat. (TribunWow/Dian Naren)

Ikuti kami di
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved