#KorbanSusi Mencuat, Aliansi Nelayan Indonesia Ungkap Dampak Larangan Cantrang di Berbagai Wilayah

Dalam poster-poster yang diunggahnya, tampak mereka protes terhadap dampak Permen KP 71/2016 mengenai pelarangan cantrang.

#KorbanSusi Mencuat, Aliansi Nelayan Indonesia Ungkap Dampak Larangan Cantrang di Berbagai Wilayah
Susi 

TRIBUNWOW.COM - Tagar #KorbanSusi memasuki peringkat 1 Indonesia Trends di akun media sosial Twitter, Minggu (14/1/2018).

Tagar ini mengemukakan dampak dari kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Salah satu yang berkicau masalah dampak kebijakan Susi adalah Aliansi Nelayan Indonesia.

Dalam poster-poster yang diunggahnya, tampak mereka protes terhadap dampak Permen KP 71/2016 mengenai pelarangan cantrang.

Dari pelarangan cantrang, disebutkan di Tuban terdapat 200 Kapal Payang tidak beroperasi, 3.000 ABK / Nelayan Payang menganggur, 1.200 orang dari keluarga nelayan terancam miskin, 5 Unit Pengolahan Ikan (UPI) dengan 1.500 pekerja tutup, dan 1.000 buruh sortir di pelabuhan terancam menganggur.

BACA  Ungkapan Menohok Seorang Netizen untuk Para Pemburu Promo Gratis Ojek Online

Di Kabupaten Rembang, Jateng, 31 kapal cantrang tidak beroperasi, 6.500 ABK/nelayan cantrang kehilangan pekerjaan, 26.000 orang keluarga nelayan cantrang jatuh miskin, 1.430 kapal Dogol, 4 Payang, dan 30 Kapal Rebon tidak beroperasi, dan 10 pabrik pengolahan ikan untuk eksport dengan 7.000 karyawan terancam tutup dan banyak karyawan yang dirumahkan.

Aliansi Nelayan Indonesia mengungkapkan dengan adanya puluhan Unit Pengolahan Ikan skala UMKM terancam tutup, ribuan buruh dan tenaga kerja di Pelabuhan kehilangan pekerjaan, maka ada total 100 ribu jiwa yang terdampak langsung oleh adanya kebijakan tersebut.

Dengan kata lain, potensi kemiskinan di Kabupaten Rembang akan meningkat menjadi 34,5% dari total penduduk sebesar 624 ribu jiwa.

Hal senada juga terjadi di Kabupaten Tuban, Pati dan Kabupaten Tegal.

Seperti yang diketahui, larangan penggunaan cantrang tertang dalam Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Pengunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik.

BACA JUGA  Punya Masalah Mata Panda? Coba Atasi dengan Cara Ini

Susi menyatakan pelarangan cantrang dan menggantinya dengan alat tangkap lainnya yang lebih ramah lingkungan bukan untuk bermaksud menghambat pendapatan para nelayan.

Melainkan, maksudnya adalah untuk keberlanjutan sumber daya perikanan.

Untuk itu, dirinya mengeluarkan aturan larangan penggunaan cantrang dan menggantinya dengan alat tangkap lain. (TribunWow/Dian Naren)

Ikuti kami di
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help