Pilkada Serentak 2018

Apa yang akan Dilakukan KPU untuk Meneliti Keabsahan Ijazah Bakal Calon Kepala Daerah?

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menegaskan, pihaknya akan lebih teliti dalam meneliti keabsahan ijazah bakal calon kepala daerah.

Apa yang akan Dilakukan KPU untuk Meneliti Keabsahan Ijazah Bakal Calon Kepala Daerah?
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada DKI di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Minggu (30/4/2017). 

TRIBUNWOW.COM - Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI ( KPU) Wahyu Setiawan menegaskan, pihaknya akan lebih teliti dalam meneliti keabsahan ijazah bakal calon kepala daerah.

KPU tidak ingin kecolongan lagi menetapkan calon kepala daerah yang dalam proses pendaftarannya ternyata menggunakan ijazah palsu.

"Jadi, kita sangat berhati-hati dalam menentukan. Karena berdasarkan evaluasi masa lalu, 2015 dan 2017, salah satu pokok masalah adalah keabsahan ijazah, yang itu menjadi problem di lapangan," kata Wahyu di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Populer: Haruskah Khofifah Mundur dari Jabatan Menteri saat Maju di Pilgub Jatim? Simak Jawabannya dari KPU

Wahyu lebih lanjut mengatakan, apabila ada laporan dari masyarakat bahwa ijazah yang digunakan untuk mendaftar ke KPU diduga palsu, maka KPU daerah setempat segera akan melakukan verifikasi faktual.

"Misalnya ada laporan masyarakat ijazah SMA-nya bermasalah, ya kita tanya kepada pejabat yang berwenang, misalnya dari sekolah asal," kata Wahyu.

"Kalau enggak bisa dirunut, ya dari Dinas Pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikannya," kata dia lagi.

Wahyu mengaku, pada penyelenggaraan pilkada-pilkada sebelumnya, kasus dugaan ijazah palsu sering menjadi bahan masukan dari masyarakat.

Populer: Beda Gaya Cagub-Cawagub Jabar Pasangan Duo DM dan Rindu saat Mendaftar ke KPU

Ijazah palsu Bupati Mimika

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help