Miris! Pria Ini Tertangkap Setelah Menyemprot Larutan Kimia Berbahaya pada Orang tak Bersalah

Aksi seorang pria ini tertangkap kamera CCTV. Dia menyerang orang lain dengan menyemprotkan larutan kimia berbahaya di sebuah klub malam, London.

Miris! Pria Ini Tertangkap Setelah Menyemprot Larutan Kimia Berbahaya pada Orang tak Bersalah
Mirror.co.uk
Arthur Collins 

TRIBUNWOW.COM - Aksi pria ini tertangkap kamera CCTV ketika dia menyemprotkan larutan kimia berbahaya di sebuah klub malam Hackney, London.

Dilansir dari mirror.co.uk, pria ini menyerang 22 orang yang tak bersalah.

Pria tersebut bernama Arthur Collins, 25 tahun.

Arthur Collins, 25
Arthur Collins, 25 (mirror.co.uk)

Dalam rekaman CCTV, Collins mengambil botol yang berisi cairan keras dari dalam kantong orang yang tidak dikenal.

Lalu, ia menyemprotkan larutan itu ke wajah orang yang sedang beradu argumen dengannya.

Arthur Colllins yang sedang beradu argumen dengan pria tak dikenal
Arthur Colllins yang sedang beradu argumen dengan pria tak dikenal (mirror.co.uk)

Pria tersebut jatuh kesakitan dan Collins menyemprotkan cairan botol itu untuk yang kedua kalinya.

Dia juga menyerang beberapa orang lain yang berada di lantai dansa.

Dari 22 korban penyerangan tersebut, 2 diantaranya mengalami buta sebagian dan sisanya luka ringan.

Korban melaporkan, bahwa mereka melihat uap di atas mereka dan mencium bau kimia yang membuat mereka tersedak.

Polisi mengatakan bahwa zat kimia yang ditemukan merupakan larutan asam pekat dengan Ph tingkat 1.

Dalam pengakuannya, Collins tidak tahu bahwa cairan itu adalah asam pekat.

Dia kira cairan itu adalah obat yang hanya membuat orang lain pingsan.

Collins mengambil cairan itu, setelah mendengar percakapan dua pria yang akan menggoda cewek dengan menuangkan cairan tersebut di minumannya.

Selasa pagi (14/11/2017), Arthur Collins telah ditangkap atas tuduhan penyerangan dengan sengaja dan beberapa tuduhan lainnya. (TribunWow.com / Hestin Nurindah)

Ikuti kami di
Penulis: Hestin Nurindah Lestari
Editor: Hestin Nurindah Lestari
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help