Diarak Tanpa Busana, Kejiwaan Sejoli Cikupa Terguncang, Ketua RT dan RW Diduga Provokator Diciduk

Mereka bahkan diarak warga, pakaiannya dilucuti, dan direkam serta dijadikan bahan tontonan para warga.

TRIBUNWOW.COM - Pasangan kekasih R (28) dan M (20) mengalami guncangan pada kondisi kejiwaannya usai dianiaya dan dilecehkan warga di Cikupa, Tangerang, Banten, Sabtu (11/11/2017) malam.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejoli itu dipaksa mengaku berbuat mesum meskipun sebenarnya tidak.

Mereka bahkan diarak warga, pakaiannya dilucuti, dan direkam serta dijadikan bahan tontonan para warga.

Jajaran Polresta Tangerang pun menyiapkan tim psikiater untuk mendampingi korban, seperti diberitakan oleh Warta Kota, Senin (13/11/2017).

"Jika tidak langsung ditangani, korban akan mengalami trauma yang mendalam," ucap Kepala Polresta Tangerang AKPB, Sabibul Alif di Mapolresta Tangerang, Senin (13/1/2017).

POPULER: Foto Pasangan Pengantin Sedang Rawat Pasien di RS Viral, Ternyata Ada Kisah Unik Ini di Baliknya!

Polisi juga sudah mengamankan 4 pria pelaku berinisial N, G, T, dan A.

Mereka merupakan aktor intelektual dalam kasus pengeroyokan ini.

Melansir BBC Indonesia, Selasa (14/11/2017), di antara 4 terduga pelaku, terdapat Ketua RT dan RW setempat.

"Pasangan itu dibawa ke rumah Ketua RW, lalu warga dipersilakan foto dan selfie," ujar Sabibul.

"Jangan dianggap mereka bisa diperlakukan apa pun. Selama ini perspektif kita seperti itu. Mau mereka mesum atau apa pun, tidak boleh diperlakukan seperti itu," tegas Sabibul.

Kini polisi telah menjerat pelaku dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di ruang publik dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. (TribunVideo.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Berita ini telah tayang di Tribun-video.com berjudul: Kejiwaan Sejoli Cikupa Terguncang, Ketua RT dan RW Diduga Provokator Penganiayaan Ditangkap

Ikuti kami di
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved