Vonis Buni Yani

Ahok Vs Buni Yani, Ini Beda Sikap Mereka saat Jalani Sidang Vonis

Buni Yani dan Ahok diputus bersalah, terkait kasus video pidato Ahok di Kepulauan Seribu

Ahok Vs Buni Yani, Ini Beda Sikap Mereka saat Jalani Sidang Vonis
KOLASE/TRIBUNWOW.COM
Ahok dan Buni Yani 

Sementara itu, hal yang dianggap meringankannya adalah Buni Yani belum pernah dihukum dan punya tanggungan keluarga.

"Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa dapat menimbulkan keresahan terhadap umat beragama, tidak menyesali perbuatan, terdakwa dosen politik seharusnya menunjukkan perilaku yang dapat tauladan panutan di lingkungan kerja, terdakwa tidak mengakui kesalahan," kata hakim.

Sebelum sidang dimulai, Buni Yani menyampaikan bahwa ia telah melakukan Muhabalah (sumpah di bawah Al-Quran) dan menyatakan jika ia tidak memotong video pidato Ahok.

"Saya sudah melakukan sumpah Muhabalah, yang merupakan sumpah tertinggi dalam Islam, bahwa saya tidak pernah memotong video itu," kata Buni Yani.

"Dan, apabila hari ini saya diputus bahwa saya dinyatakan bersalah dalam perkara ini, orang yang menuduh dan orang yang memutuskan perkara ini karena telah menuduh saya memotong video mudah-mudahan orang tersebut kelak akan dilaknat oleh Allah." sambung Buni yani.

Setelah diputus bersalah dan dijatuhkan vonis, Buni Yani berteriak mengatakan "Allahuakbar", sebelum menuju kursi penasehat hukum.

Buni Yani divonis hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dan tidak langsung ditahan karena tidak cukupnya alasan.

Sementara itu, Ahok divonis hukuman 2 tahun penjara dan langsung ditahan atas perintah hakim.

Dalam perkara ini, Buni Yani didakwa mengubah video pidato Ahok di Kepulauan Seribu dengan menghapus kata 'pakai', sehingga dianggap melanggar UU ITE.

Hakim menyatakan Buni terbukti secara sah bersalah melakukan mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help