Inilah Sosok Sang Ayah Dimata Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga turut memperingati Hari Ayah lho, bagaimana sosok ayah dimata Anies? Simak selengkapnya!

Inilah Sosok Sang Ayah Dimata Anies Baswedan
tribunnews
Anies Baswedan 

TRIBUNWOW.COM - Di beberapa negara, tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah.

Termasuk juga Indonesia, yang turut menjadikan tanggal tersebut sebagai hari ayah sejak pertama kali dideklarasikan di Solo pada tahun 2006, saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga turut memperingati Hari Ayah tersebut dengan mengunggah foto di Instagramnya.

Hari Ayah, Lihat Video Kedekatan Jokowi dengan Kahiyang

Dalam foto tersebut, Anies mengunggah potret hitam putih dirinya bersama sang ayah, Rasyid Baswedan.

Anies juga mengisahkan bagaimana sosok ayahnya dalam keterangan unggahannya.

Menurut Anies, ayahnya adalah sosok yang stabil, lempeng dan tegas.

Ayahnya juga merupakan pribadi yang terbuka dan mengizinkan anak-anaknya untuk diskusi dan berdebat.

Selain menampilkan sosok ayahnya, dalam foto tersebut juga tampak foto Andurrahman Baswedan, kakek Anies.

Anies juga memberikan gambaran bagaimana sosok kakeknya tersebut.

Berikut ini caption lengkap unggahan Anies Baswedan dalam memperingati Hari Ayah.

Anies Baswedan Curhat Tentang Ayahnya: Kalau Mau Bebas ya Duduk-duduk Saja di Rumah

"Namanya Rasyid Baswedan, Ayah adalah pribadi yang amat stabil, lempeng dan tegas. Di siang hari bekerja keras, mengajar di sekolah dan kampus. Di malam hari jadi penutur dongeng bagi anak-anaknya. Dongengnya penuh variasi mulai dari yang lucu hingga cerita sedih atau cerita menegangkan. Semua adalah dongeng karangannya sendiri.
.
Meja makan di rumah jadi saksi ayah mengijinkan anak2nya diskusi & debat, termasuk bila berbeda pandangan dengannya. Beliau tidak mengatur pikiran, tapi mengatur cara & adab dalam mengungkapkan pikiran.
.
Dengan diboncengkan vespa, Ayah antarkan saya yg masih duduk di bangku SD untuk jadi anggota perpustakaan di Harian Kedaulatan Rakyat. Hari Minggu, sama-sama membersihkan vespa dan sebulan sekali menguji mesin sambil membersihkan busi mesin vespa.
.
Ayah selalu menjaga semangat utk terus berjuang dan tetap teguh walau ada hantaman. Pesannya: "Kalau mau bebas hantaman ya duduk2 santai aja di rumah; kalau berjuang maka tantangan & hantaman adalah kenormalan". .
.
Abdurrahman Baswedan, Ayahnya Ayah. Kami sekeluarga, Ayah—Ibu dan tiga anak, menempati satu kamar di rumah Kakek. Kadang2 suka heran, bgmn bisa sekamar diisi 5 orang; tp waktu itu biasa2 saja dan semua enjoy.
.
Karena serumah, maka saat masih di bangku TK, Kakek selalu jemput dan langsung ajak jalan kaki ke kantor pos. Tiap hari beliau ke kantor pos, kirim surat atau kirim artikel utk koran atau majalah sambil olahraga. Ada sebuah pesan singkat dari Kakek: "Begitu ada waktu senggang maka baca, baca buku apapun. Jangan buang waktu tanpa baca."
.
Suatu ketika, saya duduk di bangku kelas 4 SD, paman ditangkap karena dia aktivis mahasiswa yg memprotes NKK-BKK. Dari UGM dibawa ke Semarang. Ditahan beberapa bulan oleh Kopkamtib tanpa proses pengadilan dll. Ayah rutin menjenguk bawa buku dan makanan. Kakek ikut mendirikan Republik ini, dan saat-saat anak bungsunya itu ditahan oleh pemerintah republik ini, ia berpesan pada semua keluarga: jangan pernah khawatir; ini konsekuensi sebuah perjuangan, biasa saja. Berani melawan, maka berani ditahan.
.
Itulah Ayah dan Ayahnya Ayah.
Selamat Hari Ayah !!"

(TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Ikuti kami di
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help