Mengapa Ditolak Itu Sakit?

Perasaan ditolak itu tidak hanya berlaku untuk sebuah hubungan antara dua orang, tapi juga dalam hal penolakan saat melamar pekerjaan.

Mengapa Ditolak Itu Sakit?
boldsky.com
Ilustrasi 

TRIBUNWOW.COM - Penolakan memang menyakitkan.

Akan tetapi, rasanya dua kali lipat lebih berat jika alasan ditolak atau putus itu karena adanya orang ketiga yang dianggap lebih baik.

Perasaan ditolak itu tidak hanya berlaku untuk sebuah hubungan antara dua orang, tapi juga dalam hal penolakan saat melamar pekerjaan.

"Bahkan orang yang kita anggap beruntung pun pernah tidak dipilih untuk sebuah pekerjaan, kencan, atau persahabatan yang diinginkan. Walau tidak ada orang yang suka ditolak, tetapi penolakan ini bervariasi dan efek tersakitinya juga berbeda-beda," kata peneliti dari Universitas Cornell.

Dalam penelitiannya, tim psikolog itu mengamati dua jenis penolakan.

Yang pertama adalah karena ada orang lain yang sudah dipilih.

Benarkah Pria yang Terlalu Kurus Susah Punya Anak? Ternyata Begini Faktanya!

Jenis kedua adalah tidak orang lain, hubungan hanya tidak bisa dilanjutkan karena alasan lain, misalnya memang ingin sendiri atau posisi yang ditawarkan dibatalkan.

Penelitian itu melibatkan 600 orang.

Ternyata, mayoritas orang mengatakan mereka merasa lebih sakit hati ketika alasan ditolaknya adalah karena ada orang lain yang dipilih.

"Penolakan semacam itu memicu perasaan tersisih dan menurunkan rasa keterlibatan," kata peneliti dalam laporannya di Personality and Social Psychology Bulletin.

Walau seseorang tidak diberi tahu mengapa ia ditolak, umumnya mereka akan mencari tahu penyebabnya.

Biasanya mereka akan merasa lebih baik jika ternyata tidak ada orang ketiga. (Kompas.com/Lusia Kus Anna)

Berita ini telah diterbitkan oleh Kompas.com dengan judul "Penyebab Putus yang Paling Menyakitkan"

Ikuti kami di
Editor: Galih Pangestu Jati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help