Ketua Senat PPSA 21: Anak-anak Butuh Pancasila yang Implementatif!

Anak-anak Indonesia membutuhkan Pancasila yang implementatif, yang dapat dirasakan dalam kehidupan keseharian mereka.

Ketua Senat PPSA 21: Anak-anak Butuh Pancasila yang Implementatif!
IST
Sosialisasi seminar nasional “Peran Pancasila Dalam Memperkokoh NKRI” oleh Peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI – TA 2017. Dari ki-ka: Marsda Imran Baidirus (Pangkoopsau I), Laksma TNI Edi Sucipto (Danlantamal V Surabaya), Brigjen TNI A. Daniel Chardin (Kasdam Iskandar Muda), Taufik Dwicahyono MSc, AM Putut Prabantoro SH, Mayjen TNI Madsuni (Danjen Kopassus), Marsdya Bagus Puruhito (Wagub Lemhannas RI), Komjen Pol. Arif Wachjunadi (Sestama Lemhannas RI), Prof DR Lydia Freyani 

Lagu seperti “O, Ibu dan Ayah Selamat Pagi (Pergi Belajar)” salah satu contoh penanaman nilai penghormatan kepada orang tua.

Atau juga, diajarkannya kembali lagu-lagu daerah seluruh Indonesia atau bahkan diciptakan kembali lagu-lagu yang menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan tanpa diskriminasi, atau pengajaran solidaritas tanpa perbedaan.

Gadis Ini Diejek Botak dan Tak Punya Kaki, Siapa Disangka 8 Tahun Kemudian Malah Jadi Begini

“Kita semua tanpa terkecuali harus terlibat dalam membangun generasi baru Indonesia yang berjiwa Pancasila. Cara yang lain antara lain adalah pemilihan ketua kelas dengan cara musyarawah, jambore nasional anak-anak dari berbagai daerah, atau gerakan anti-korupsi dengan berdisplin waktu. Karya dan pengalaman nyata anak-anak tentang nilai-nilai Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika serta UUD NRI 1945, akan membekas dalam pertumbuhan hidup mereka,” ujar Sestama Lemhannas ini.

Namun demikian, Arif Wachjunadi menegaskan, para pendidik juga harus berjiwa Pancasilais dulu sebelum mendidik anak-anak.

Dikhawatirkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila untuk anak-anak tidak memenuhi harapan karena para pendidiknya tidak memberi contoh jiwa Pancasilais.

Seminar nasional ini merupakan sumbang sih dari peserta PPSA XXI Lemhannas RI yang ikut bertanggung jawab terhadap generasi Indonesia di masa mendatang terkait dengan arus nilai-nilai ideologi lain akibat dari globalisasi, yang tantangannya lebih besar dan berat.

Berharap bahwa, ditegaskan Arif Wachjunadi, seminar nasional ini akan dihadiri para tokoh nasional, pendidik, media-media ataupun lembaga perguruan tinggi. (*)

Ikuti kami di
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help