Diprotes Tere Liye karena Pajak Penulis Mencekik, Begini Klarifikasi Ditjen Pajak!

Berkaitan dengan protes Tere Liye, akhirnya pihak Direktorat Jenderal Pajak pun memberikan klarifikasi.

Diprotes Tere Liye karena Pajak Penulis Mencekik, Begini Klarifikasi Ditjen Pajak!
Direktorat Jenderal Pajak
Gedung Direktorat Jenderal Pajak 

TRIBUNWOW.COM - Penulis Tere Liye akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik.

Pasalnya, secara mendadak ia mengumumkan bahwa semua bukunya berhenti untuk cetak ulang.

Langkah ini diambil sebagai aksi protesnya terhadap pajak penulis yang bisa dibilang cukup tinggi.

Pernyataan lengkapnya ia tulis di akun Facebook miliknya, Tere Liye.

Dalam unggahannya tersebut, penulis best seller tersebut menuliskan ilustrasi besaran pajak yang harus dibayarkan pihak penulis.

Ia menulis bahwa penghasilan penulis buku disebut sebagai royalti.

Bukunya Laris di Pasaran, Tere Liye Hentikan Cetak Ulang, Alasannya sungguh Mencengangkan!

Oleh karena itu, menurut staf pajak, penghasilan tersebut disebut sebagai super neto.

Tidak boleh dikurangkan dengan rasio NPPN (Norma Penghitungan Penghasilan Neto) dan tidak ada tarif khususnya.

Oleh karena itu, apabila seorang penulis mendapatkan royalti Rp 1 Miliar, pajak yang dibayarkan adalah Rp 245 Juta.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Galih Pangestu Jati
Editor: Galih Pangestu Jati
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help