Kasus Korupsi EKTP

Setya Novanto Tersangka! Begini Perjalanan Politiknya: Jual Beras Sampai Pimpin Partai Golkar

Di puncak karirnya, Setya Novanto kini sedang diterpa banyak ujian. Padahal posisi tersebut diraihnya dengan kerja keras.

Setya Novanto Tersangka! Begini Perjalanan Politiknya: Jual Beras Sampai Pimpin Partai Golkar
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik ( e-KTP). 

Tak berhenti disitu, Setya Novanto kemudian mendirikan CV Mandar Teguh bersama rekannya yang bernama Hartawan yang merupakan putra dari Direktur Bank BRI Surabaya.

Namun, setelah ia dtawari pekerjaan sebagai salesman mobil Suzuki untuk Indonesia Bagian Timur, Setya Novanto memutuskan untuk membubarkan CV-nya.

Bakat berbisnis memang dimiliki oleh Setya Novanto sejak muda, pasalnya saat masih berusia 22 tahun dan berstatus sebagai mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Widya Mandala Surabaya, ia sudah menjadi Kepala Penjualan Mobil untuk wilayah Indonesia Bagian Timur.

Tak hanya pandai berbisnis, Setya Novanto juga memiliki paras yang rupawan, sehingga ia pernah berkecimpung dalam dunia modeling.

Ia juga terpilih sebagai pria tampan Surabaya pada tahun 1975.

Lulus dari Widya Mandala, Setya Novanto bekerja untuk PT Aninda Cipta Perdana milik Hayono Isman, teman SMA-nya.

Perusahaan tersebut bergerak sebagai perusahaan penyalur pupuk PT Petrokimia Gresik untuk wilayah Surabaya dan Nusa Tenggara Timur.

Setelah itu ia kembali ke jakarta pada tahun 1982, dan meneruskan jenjang perkuliahan jurusan akuntansi di Universitas Trisakti.

Selama kuliah, ia tinggal di rumah Hayono, di Menteng, Jakarta dan tetap bekerja di PT Aninda Cipta Perdana.

Selain menjadi staf, ia juga mengurus kebun, menyapu, mengepel, hingga menyuci mobil dan menjadi sopir pribadi keluarga Hayono.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
Sumber:
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help