Kasus Korupsi EKTP

Nasib Jabatan Ketua DPR RI Usai Setya Novanto Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Setelah Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi E-KTP, bagaimana nasib jabatan Ketua DPR RI?

Nasib Jabatan Ketua DPR RI Usai Setya Novanto Jadi Tersangka Kasus Korupsi
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ketua DPR RI Setya Novanto saat meninjau kesiapan penyambutan Raja Salman di ruang sidang paripurna, Gedung Nusantara Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/3/2017). 

TRIBUNWOW.COM - Senin (17/7/2017) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan satu lagi tersangka dalam kasus korupsi KTP Elektronik.

Adalah Setya Novanto, politikus Partai Golkar sekaligus Ketua DPR RI yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus megaproyek tersebut.

"‎Bismilah, saya akan sampaikan perkembangan pengusutan korupsi e-KTP. Setelah mencermati fakta persidangan terhadap 2 terdakwa dalam dugaan korupsi e-KTP tahun 2011-2012, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk tetapkan seorang lagi tersangka."

"KPK menetapkan saudara SB sebagai tersangka baru dalam kasus E-KTP," terang Agus dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta, Senin (17/7/2017) sebagaimana dikutip dari Tribunnews.

Afi Nihaya Faradisa Kembali Jadi Perbincangan Gara-gara Video Ini

Setya Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi tersebut.

Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik ( e-KTP).
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik ( e-KTP). (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Lantas, bagaimana nasib jabatan Ketua DPR RI yang selama ini dipegang Novanto?

Dikatakan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, pergantian Ketua DPR RI tersebut merupakan wewenang penuh Fraksi Partai Golkar.

"Kalau yang menyangkut pimpinan tentu tergantung partai atau fraksinya," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Komentar Tokoh Terkait Status Tersangka Setya Novanto, Tak Kaget hingga Sebut Citra DPR Makin Buruk

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help