PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Cabut Izin Starbucks

Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas, menyerukan pemboikotan produk Starbucks yang ada di Indonesia.

PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Cabut Izin Starbucks
AP

TRIBUNWOW.COM - Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas, menyerukan pemboikotan produk Starbucks yang ada di Indonesia.

Hal ini ditengarai karena CEO Strarbucks, Howard Schultz menyatakan dukungannya terhadap LGBT.

Atas dukungan Howard kepada LGBT tersebut, Anwar meminta pemerintah untuk segera mencabut izin operasi Starbucks.

Ia tak menginginkan LGBT memengaruhi pemikiran dan merusak karakter serta budaya bangsa.

Dirikan Masjid Ramah LGBT, Begini Kisah Hidup Imam Gay yang Miliki Pacar Beda Agama!

"Kita sebagai sebuah bangsa jelas tidak menginginkan sikap dan karakter kita sebagai bangsa yang religius dan berbudaya rusak dan kacau oleh kehadiran mereka," dikutip PinkNews.

Tak hanya Starbucks, beberapa perusahaan multinasional seperti Microsoft, McDonald's, Google dan Twitter, juga menyatakan dukungannya terhadap LGBT.

Starbucks menyatakan dukungannya saat pernikahan sesama jenis ini disahkan di 50 negara bagian pada tahun 2015 silam.

"Bertindak terbuka, inklusif dan berpikiran maju adalah inti dari Starbucks. Starbucks telah menjadi advokat lama untuk komunitas LGBT dan kesetaraan perkawinan," keterangan Starbucks di PinkNews.

Heboh! Jemaah Masjid Ini Perbolehkan Wanita Jadi Muazin dan Imam Salat

Starbucks kini telah memiliki 260 gerai di Indonesia sejak dibuka pada tahun 2002 silam.

Sebuah studi terbaru menyatakan bahwa diskriminasi terhadap LGBT telah merugikan Indonesia sebesar 12 juta US dolar tiap tahunnya.

Kerugian tersebut merupakan akibat dari hambatan terhadap pekerjaan, pendidikan, perawatan kesehatan, serta kekerasan fisik, psikologis, seksual, ekonomi dan budaya yang dialami warga LGBT.

Pihak Perancis juga didesak oleh para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) untuk memberi tekanan kepada Indonesia supaya berbuat lebih banyak untuk melindungi hak-hak orang LGBT. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Ikuti kami di
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Galih Pangestu Jati
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help