Gesek Tunai Kartu Kredit Marak Lagi, 3 Alasan Nasabah Perlu Hati-Hati

Gestun digolongkan sebagai transaksi yang dilarang karena pemilik kartu kredit seolah-olah bertranskasi membeli suatu barang atau jasa

Gesek Tunai Kartu Kredit Marak Lagi, 3 Alasan Nasabah Perlu Hati-Hati
christinas.vn
(Foto ilustrasi) Hati-hati dalam menggunakan Gesek Tunai Karu Kredit 

TRIBUNWOW.COM, JAKARTA - Transaksi non tunai melalui kartu kredit kini jadi sorotan Bank Indonesia.

Regulator sistem pembayaran ini menyoroti nasabah yang bertransaksi non tunai secara tidak tepat, bahkan cenderung tidak sesuai ketentuan.

Salah satunya melakukan transaksi Gestun alias Gesek Tunai dengan kartu kredit. 

Bingung dengan Sejumlah Singkatan Bidang Ekonomi, Jokowi: Kadang Inget, Kadang Luput

Gestun digolongkan sebagai transaksi yang dilarang karena pemilik kartu kredit seolah-olah  bertranskasi membeli suatu barang atau jasa.

Namun kenyataannya, pembelian tersebut tidak ada. Yang terjadi, nasabah mendapatkan dana tunai dari pemilik toko tempat transaksi.

Transaksi ini dilarang oleh Bank Indonesia. 

Namun karena pemilik toko/merchant mendapatkan fee sebesar 3 persen dari nilai transaksi, transaksi ini masih kerap terjadi.

Di sisi lain, nasabah membutuhkan dana tunai sehingga rela membayar fee kepada merchant, meskipun pungutan fee ini sebenarnya telah dilarang dan nasabah diberikan kesempatan untuk melapor ke Bank Indonesia.

Berikut ini tiga alasan dari Halomoney.co.id mengapa Anda tidak perlu melakukan gesek tunai:

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Yudie
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help