Home »

Video

Today in History

19 Tahun Lalu: Demonstran Kuasai Parlemen, Soeharto Nyatakan Mundur dari Jabatan Presiden

Pada Rabu, 20 Mei 1998, Gedung Parlemen DPR/MPR, Senayan sudah dikuasai ribuan mahasiswa yang berdemonstrasi, menuntut reformasi.

19 Tahun Lalu: Demonstran Kuasai Parlemen, Soeharto Nyatakan Mundur dari Jabatan Presiden
Capture
Soeharto. 

TRIBUNWOW.COM -- Pada Rabu, 20 Mei 1998, Gedung Parlemen DPR/MPR, Senayan sudah dikuasai ribuan mahasiswa yang berdemonstrasi, menuntut reformasi.

Presiden saat itu, Soeharto, pun mengundang 9 tokoh ke Istana Negara.

Yakni Nucholish Madjid atau Cak Nur, Abdurrahman Wahid, Emha Ainun Nadjib, Ali Yafie, Cholil Baidowi, Malik Fadjar, Achmad Bagdja, Sumarsono, dan Ma'aruf Amin.

Yusril Ihza Mahendra turut hadir, mengikuti ajakan Cak Nur, sebagai ahli tata negara.

Menjawab desakan mahasiswa, Soeharto bermaksud membentuk Komite Reformasi, yang hadir berdampingan dengan Kabinet Reformasi.

Tokoh-tokoh itu diminta menjadi anggota Komite Reformasi. Tetapi mereka menolak.

Soeharto meminta Cak Nur menjadi ketua. Tapi ditolak, begitupun hanya anggota.

"Jika orang yang moderat seperti Cak Nur tak lagi mempercayai saya, maka sudah saatnya bagi saya untuk mundur," kata Soeharto kepada para undangan seperti dikutip Ahmad Gaus AF dalam Api Islam Nurcholish Madjid: Jalan Hidup Seorang Visioner.

Sementara itu, Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita dan 13 menteri lain tak bersedia duduk di Kabinet Reformasi.

Pada 21 Mei pukul 09.00, di Ruang Credential Istana Merdeka, Soeharto akhirnya menyatakan berhenti atau mundur dari jabatan Presiden Indonesia.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Mohamad Yoenus
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help