Bila Punya Uang Sebanyak Ini, Saldo Nasabah Akan Dilaporkan Bank ke Ditjen Pajak

Menurut Sri Mulyani, batas saldo rekening yang wajib dilaporkan bank kepada Ditjen Pajak merupakan ketentuan internasional.

Bila Punya Uang Sebanyak Ini, Saldo Nasabah Akan Dilaporkan Bank ke Ditjen Pajak
Kompas.com/Yoga Sukmana
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Perkantoran Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (17/8/2016). 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomer 1 Tahun 2017 tentang akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan.

Salah satu isinya yakni adanya kewajiban Bank melaporkan saldo rekening nasabahnya kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.

Namun ketentuan ini hanya berlaku bagi nasabah yang memiliki saldo rekening 250.000 dollar AS, atau Rp 3,3 miliar (kurs 13.300).

"Batas saldo yang wajib dilaporkan secara otomatis adalah 250.000 ribu dollar AS," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Ngerinya! Kantor Bank Jateng Ungaran Dirampok, Pegawai Disekap hingga Perhiasan Dilucuti

Menurut Sri Mulyani, batas saldo rekening yang wajib dilaporkan bank kepada Ditjen Pajak merupakan ketentuan internasional.

Hal itu adalah konsekuensi yang harus dipatuhi pemerintah lantaran ingin bergabung kebijakan pertukaran otomatis data informasi keuangan internasional atau Automatic Exchange of Information (AEoI).

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani (DOK Kementerian Keuangan)

Jadi, kata Sri Mulyani, nasabah yang memiliki saldo di atas Rp 3,3 miliar, akan menjadi subjek otomatis kebijakan pertukaran data informasi keuangan internasional.

"Jadi saya tekankan karena ini AEoI maka compliance kita harus setara dengan negara lain," kata Ani.

Saat ini, setidaknya ada 100 negara yang sudah berkomitmen ikut AEoI.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Rimawan Prasetiyo
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help