Home »

News

»

Jakarta

Todung Sebut Kasus Ahok Overkill, Bukan Jaksa Malah Hakim yang Seret Ahok Jadi Penista Agama

Pengacara kondang Todung Mulya Lubis angkat bicara terkait vonis 2 tahun penjara untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Todung Sebut Kasus Ahok Overkill, Bukan Jaksa Malah Hakim yang Seret Ahok Jadi Penista Agama
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama mengikuti sidang lanjutan yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (25/4/2017). Sidang tersebut beragendakan pembacaan nota pembelaan (pleidoi) dari terdakwa dan kuasa hukumnya 

TRIBUNWOW.COM, JAKARTA - Pengacara kondang Todung Mulya Lubis angkat bicara terkait vonis 2 tahun penjara untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya @TodungLubis, Todung berkicau putusan kasus dugaan penodaan agama terhadap Ahok dinilai 'overkill'.

Sebab, cuit Todung, sesungguhnya jaksa tidak menuntut Ahok untuk penistaan agama, malah Majelis Hakim yang menyeret Ahok menjadi penista agama.

"Upaya hukum banding segera dilakukan. Tapi mengatakan bhw putusan kasus Ahok spt 'an overkill' tak keliru sama sekali," kicau akun @TodungLubis.

Dilanjutkan oleh akun tersebut, "Saya katakan overkill krn sesungguhnya jaksa tak menuntut Ahok untuk penistaan agama. Majelis Hakim yg menyeret Ahok menjadi penista agama."

"Normalnya majelis Hakim mendasarkan vonnisnya pada requisitor jaksa. Adalah sangat tidak biasa Majelis Hakim memeriksa dan mengadili sendiri," cuit akun @TodungLubis.

Menurut akun @TodungLubis, digunakannya pasal penistaan agama oleh Majelis Hakim adalah inisiatif Majelis Hakim untuk menjustifikasi terjadinya penistaan agama.

Muka jaksa bengong

Kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama, Rolas Sitinjak berpendapat bahwa vonis majelis hakim terhadap kliennya agak janggal.

Sebabnya, vonis dua tahun penjara tidak sejalan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yakni satu tahun penjara dan dua tahun masa percobaan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Rendy Adrikni Sadikin
Editor: Rendy Adrikni Sadikin
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help