Kasus Korupsi EKTP

Soal Kasus EKTP, Yorrys Raweyai: Setya Novanto Hampir Pasti Jadi Tersangka

Surat pencegahan bepergian ke luar negeri kepada Novanto dari KPK, merupakan salah satu tanda awal pentersangkaan tersebut.

Soal Kasus EKTP, Yorrys Raweyai: Setya Novanto Hampir Pasti Jadi Tersangka
Fabian Januarius Kuwado
Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai. 

TRIBUNWOW.COM - Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Golkar Yorrys Raweyai menyebut bahwa Ketua Umum Golkar Setya Novanto hampir pasti ditetapkan jadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) atas kasus korupsi pengadaan e-KTP.

"Memang Ketua Umum hampir pasti menjadi tersangka dalam kasus ini," ujar Yorrys dalam sebuah diskusi di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/4/2017).

Alamak! Seorang Sekdes Dituntut 7 Tahun Penjara Gara-gara Nikahi Gadis di Bawah Umur

Surat pencegahan bepergian ke luar negeri kepada Novanto dari KPK, merupakan salah satu tanda awal pentersangkaan tersebut.

Penyebutan peran Novanto dalam salah satu persidangan perkara korupsi pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor pun sudah menunjukan kuatnya keterlibatan Novanto di dalam perkara tersebut.

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Kalau Anda ikuti persidangan kan sudah jelas. Ya kami tidak mau menutup diri dengan mencari-cari alasan lagi. Ini ada di fakta persidangan, ada kejadiannya," ujar Yorrys.

Partai Golkar akan merespons hal itu dengan digelarnya proses internal.

Yorrys enggan mengungkap secara detail langkah apa yang akan dilakukan partai Golkar demi menyelesaikan persoalan itu.

Amazing! Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Bisa Deteksi Teroris hingga Buronan Polisi

Namun, yang pasti pihaknya tak akan mengintervensi hukum yang sedang berjalan.

"Jangan mencampuri persoalan hukum dan persoalan partai. Kami tidak akan mencampuri proses hukum. Kami ini harus menghargai itu," ujar Yorrys.

Yorrys juga memastikan bahwa keputusan mengenai Novanto itu juga akan berlandaskan AD/ART partai. (Kompas.com / Fabian Januarius Kuwado)

Ikuti kami di
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help