Kasus Korupsi EKTP

Korupsi! Harga Selembar EKTP Rp 4.700 Dinaikkan Jadi Rp 16.000

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan ternyata pengadaan untuk satu kartu e-KTP seharga Rp 4.700.

Korupsi! Harga Selembar EKTP Rp 4.700 Dinaikkan Jadi Rp 16.000
Kompas Timur
e-KTP 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan ternyata pengadaan untuk satu kartu e-KTP seharga Rp 4.700.

Namun, harganya digelembungkan menjadi Rp 16 ribu per satu e-KTP.

Baca: Recommend Buat Kaum Pria! Begini Aksi Lamar Kekasih dengan Meteor Seberat 33 Ton

Tjahjo kemudian mengingatkan ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kekecewaannya terhadap pengadaan yang nilainya mencapai Rp 6 triliun tersebut.

Namun, hasilnya hanya berubah dari kertas ke plastik.

Baca: 5 Cara Mudah Bersihkan Pestisida dari Buah dan Sayur!

"Intinya yang Pak Presiden sempat marah itu karena indikasinya itu kan nilainya Rp 4.700 per lembar, tapi kan di mark up jadi Rp 16 ribu," ujar Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Atas penggelembungan harga tersebut, akhirnya proyek e-KTP kini menjadi masalah hukum.

Tjahjo Kumolo dan Ahok
Tjahjo Kumolo dan Ahok (KOMPAS.COM)

Baca: Miris! Kakek Berusia 90 Tahun Tinggali Gubuk Tak Layak Huni Bertahun-tahun

Tjahjo juga menjelaskan saat ini pihaknya telah melakukan tender ulang untuk blanko pencetakan e-KTP.

Sejauh ini, kata Tjahjo, anggaran yang diusulkan untuk per satu kartu e-KTP senilai dibawah Rp 10 ribu.

"Tendernya masih di bawah 10 ribu. Karena 5 tahun ini kan kurs dolar, harga produksi, gitu saja. Memang chipnya masih nyetak di luar negeri," tutur Tjahjo.

Baca: Heboh! Video yang Diduga Kekasih Laudya Cynthia Bella di Klab Malam

Tjahjo juga mengungkapkan bahwa sejauh ini pihaknya sudah bekerjasama dengan 131 lembaga, baik perbankan, sekuritas hingga asuransi.

"Hampir 131, mulai PT Astra, semua lembaga perbankan, semua sekuritas yang ada, termasuk bank daerah, BPR, pengguna aliran data, asuransi, semua sudah," ucap Tjahjo. (Tribunnews.com / Imanuel Nicolas Manafe)

Ikuti kami di
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help