Home »

News

»

Jakarta

Kasus Korupsi EKTP

Gamawan Fauzi Akui Terima Rp 50 Juta namun Itu Honor jadi Pembicara

".... satu jam itu Rp 5 juta. Dua jam Rp 10 juta," kata Gamawan saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta

Gamawan Fauzi Akui Terima Rp 50 Juta namun Itu Honor jadi Pembicara
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menjawab pertanyaan wartawan usai pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis (19/1/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri periode 2009-2014 Gamawan Fauzi membantah menerima uang gratifikasi Rp 50 juta seperti disebutkan dalam dakwaan jaksa penuntut umum di sidang Tipikor kasus korupsi KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

Gamawan mengakui memang dirinya menerima uang Rp 50 juta.

Namun uang itu adalah honor untuk dia saat menjadi pembicara di lima daerah provinsi.

Baca: Bantah Terima Suap dan Siapkan Dokumen, Gamawan Fauzi: Lihat Saja Nanti Ya

Menurut Gamawan, sesuai aturan, maka honor menteri saat menjadi permbicara adalah Rp 5 juta untuk satu jam.

"Uang itu honor saya pembicara di lima provinsi. Menurut aturan satu jam itu Rp 5 juta. Dua jam Rp 10 juta," kata Gamawan saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Bekas Gubernur Sumatera Barat itu menegaskan itu adalah penerimaan yang sifatnya resmi dan dia membubuhkan tanda tangan usai menjadi pembicara.

Baca: Ironi Masa Lalu Gamawan Fauzi, Ketika Penerima Award Perangi Korupsi Diduda Terlibat Korupsi

"Saya lima provinsi, honor resmi saya tanda tangan. (Saya jelaskan) Karena ini banyak pertanyaan yang mulia," kata Gamawan.

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Gamawan Fauzi disebutkan menerima uang 4.500.000 Dolar Amerika Serikat dan Rp 50 juta.

Baca: Doa EKTP dari Pelajar Demak Bikin Ganjar Pranowo Tertegun dan Beri Tanggapan Ini

Irman adalah bekas Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Irman sementara Sugiharto adalah bekas Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Sugiharto.

Negara disebut menderita kerugian Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triiun anggaran penggadaan KTP elektronik. (Tribunnews.com/Eri Komar Sinaga)

Ikuti kami di
Editor: Rimawan Prasetiyo
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help