Tersebar Selebaran Propaganda ISIS, Warga Pakistan Khawatir

Di daerah pegunungan terpencil Pakistan, warga menemukan selebaran yang berisi propaganda ISIS.

Tersebar Selebaran Propaganda ISIS, Warga Pakistan Khawatir
NBCnews.com/Hussain Ali
Selebaran Propaganda ISIS yang disebar di Pakistan 

TRIBUNWOW.COM, PESHAWAR, PAKISTAN - Di daerah pegunungan terpencil Pakistan, warga menemukan selebaran yang berisi propaganda ISIS.

Dalam selebaran tersebut terdapat bendera hitam ISIS bersama foto-foto eksekusi dan militan bersenjata.

Mereka melambaikan senapan otomatis saat mereka melakukan parade di jalan-jalan yang diduga di Irak atau Suriah.

Dilansir dari NBCnews.com, tidak jelas siapa yang membagikan selebaran di daerah tersebut.

Pemerintah Pakistan juga sudah mengatakan bahwa tidak ada organisasi ISIS di negara tersebut.

Diduga, selebaran tersebut diproduksi oleh simpatisan daripada oleh sebuah kelompok sentral.

Adanya selebaran ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pengaruh kelompok militan ini menyebar ke daerah baru.

"Kami menemukan selebaran ini di pagi hari," kata Amjad Hussain (46) seorang anggota suku di Kota Sadda kepada NBC News.

"Saya percaya militan datang ke desa kami di malam hari dan membagikan selebaran," tambahnya.

Dalam Bahasa Pastho, selebaran tersebut mengingatkan umat Islam Syiah.

"Kami akan melancarkan serangan terhadap komunitas Syiah... dengan Bantuan Allah, kami akan segera membersihkan daerah-daerah kafir," kata selebaran tersebut, seperti yang dikirim pada pihak NBCnews.com.

Menanggapi hal tersebut, penduduk setempat mengadakan pertemuan dan menuntut pasukan keamanan negara mengatur strategi.

"Ini adalah ancaman yang sangat serius untuk kami," kata warga setempat, akbar Hussain.

"Kami menuntut pemerintah dan militer untuk meningkatkan keamanan di perbatasan Pakistan-Afghanistan sehingga para teroris tidak bisa masuk Pakistan dan membunuh orang yang tidak bersalah," jelasnya.

Ikramullah Khan, pejabat tinggi pemerintah Provinsi Kurram mengatakan bahwa ia sedang menyelidiki kasus ini. (NBCnews.com/Mushtaq Yusufzai/Tribunwow.com/Galih Pangestu J)

Ikuti kami di
Editor: Galih Pangestu Jati
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved